Membaca di Mobil? Waduh!!

March 25th, 2008 by ayu-ambong

Saya termasuk anak yang beruntung. Ayah selalu memanjakan saya dengan buku-buku yang menarik yang kadang didapatkannya dengan cara tidak biasa. Beberapa kali ia menang lomba tulis di Gramedia dengan hadiah sejumlah uang dan voucher buku tentunya. Saat-saat ini menjadi indah karena ayah membebaskan saya memilih buku yang saya mau dan setelah itu kami makan siang di tempat favorit. Saya pun menjadi hobby membaca

Umur saya tujuh tahun waktu itu,  kami berdebat kecil dalam perjalanan ke sekolah dengan mobil kijang bak kami. Saya mengeluh dan menyerah….karena saya tidak bisa sepertinya yang bisa membaca  di dalam mobil atau kendaraan apa pun.

Dia bilang "kamu pasti bisa, cuma belum biasa aja" lalu saya bilang "pusing tauk baca di mobil, Dindy gak bakal kuat". Ia tertawa dan bilang "suatu saat kamu harus bisa membaca di mobil, sayang kan buang-buang waktu" lalu dia bilang "nanti tahun 2000, semua serba cepat, kita gak mungkin sempat baca koran di rumah" dan saya tentu saja tidak sependapat karena menurut saya (pada waktu itu) mobil2 akan beterbangan di tahun2000, jadi gak perlu membaca di mobil.

Sampai hari ini saya berhasil membaca di kereta, pesawat, kapal feri tapi tetap tidak bisa membaca di mobil atau bis. Akibatnya beberapa hari ini saya uring-uringan karena baru kali ini saya benar-benar tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca buku yang saya pinjam dari perpustakaan kantor. Bahkan di rumah pun saya sibuk dengan tetek bengek rumah tangga….andaikan saya membiasakan diri membaca di mobil…. tentu saja buku ini sudah selesai dari dua hari yang lalu.

Miss u dad,

Kacamata Kuda

March 12th, 2008 by ayu-ambong

Angin hangat

lengket kami membumi

menghirup asinnya laut

Tak berlayar

jejakmu becek di kota ini

Masih juga kau bawa aku ke kampung nelayan yang itu itu saja

perlahan gumammu berharap aku tak marah atas ajakanmu

Dan benar,

kali ini aku tak marah

kumuh dan amis kureguk

Dan dengan lantang namun pelan

kau bisikkan

aku tak perlu kacamata kuda

untuk mengetahui barat daya

untuk memastikan konstelasimu di tenggara

Karena pelaut Bugis tak pernah percaya akan adanya barat daya

barat adalah barat

ombak tak perlu dilawan

cukup disesuaikan

* short but it was great, thx dad!!

Makassar-Jakarta, Januari 2008

Ayu Indriani A

Pengakuan

February 9th, 2006 by ayu-ambong

Akhirnya

Kutuliskan juga namamu

pada bait-bait pengakuan dosa

Kembali lariku pada konstelasiku

Samar,

masih kulihat

ekor gugusan bintang scorpio

Kebagusan, 23 Nov 05

so long and good night lovers!! A.I.A

So long New York!!

December 26th, 2005 by ayu-ambong

Aku jadi Meg Ryan

kamu jadi Tom Hanks-nya

Kangenku

setengah umurku

Jam-jam nyaman, akhirnya tiba juga

lagi-lagi, inspirasi datang karena Jazz

padahal dulu

aku lebih senang mewek-ingat kamu-

sambil dengar Boys II Men

bisik-bisik kita pun berterimakasih kepadanya

yang…ehm…ehm…ehm…

pinjamkan New York untuk kangenku

Tapi sayangku,

angin ini angin sakit

bibir kelu

tulang nyeri

mungkin

aku tak kan sempat mampir ke taman

apalagi yang namanya Central Park!!!

Kebagusan, 26/12/05

buat W…he’s inspiring me so much (always)

A.I.A

Pisces dan Scorpio

November 20th, 2005 by ayu-ambong

Aku pisces, kamu scorpio
Kamu suka Beatles, aku suka Frank Sinatra
Aku ingin jadi sutradara,
katamu lebih baik aku belajar sastra
Sekarang aku jadi Fotografer
dan kamu tidak berkata apa-apa

Kamu marah?
Tidak
Kok diam?
Ehm….
Kecewa?
Ehm….

Bicaralah!!
"A….a….a…aku pusing memikirkan negara!" katamu
Kenapa harus dipikirkan?
Memang kamu pahlawan?
Memang kamu aktivis?
dan kamu hanya diam

Sekarang, aku harus pergi ke negeri Multatuli*
dan kau Scorpio, diamlah di sini!
Tunggu Supernova muncul di konstelasimu!

*kuinjakan kakiku di negeri Multatuli…* A.A Kembara…(Di Negeri Orang)

Kebagusan, 22-24 November 2004
Untuk dia yang memiliki nama belakangku, dengan segala cinta dan kerinduan yang kumiliki!

Pisces dan Scorpio

November 20th, 2005 by ayu-ambong

Aku pisces, kamu scorpio
Kamu suka Beatles, aku suka Frank Sinatra
Aku ingin jadi sutradara,
katamu lebih baik aku belajar sastra
Sekarang aku jadi Fotografer
dan kamu tidak berkata apa-apa

Kamu marah?
Tidak
Kok diam?
Ehm….
Kecewa?
Ehm….

Bicaralah!!
"A….a….a…aku pusing memikirkan negara!" katamu
Kenapa harus dipikirkan?
Memang kamu pahlawan?
Memang kamu aktivis?
dan kamu hanya diam

Sekarang, aku harus pergi ke negeri Multatuli*
dan kau Scorpio, diamlah di sini!
Tunggu Supernova muncul di konstelasimu!

*kuinjakan kakiku di negeri Multatuli…* A.A Kembara…(Di Negeri Orang)

Kebagusan, 22-24 November 2004
Untuk dia yang memiliki nama belakangku, dengan segala cinta dan kerinduan yang kumiliki!

Jeda dan lagi-lagi kehilangan

November 17th, 2005 by ayu-ambong

Cahaya menusuk mata

bathin masih menggigil

kau namakan ini jeda

toh jiwa tuaku makin labil

gerimis

segera simpan kau dalam mobil mungil

putar kota

balik haluan

ciptakan arah

Dan

       aku

             diam

                    dalam

                             perkabungan panjang

Kebagusan, 20 Okt 05

*gonna miss u guys…

Ayu Ambong

Hutan Senja 02

November 17th, 2005 by ayu-ambong

hutan senja

cahaya terobos ranting

jalan setapak basah

gumam manja,

tak kan aku bergeming

ini pisau sedang kuasah

                                 

lihat bulan masih setengah

Kebagusan-Sentul 17-08-05

Ayu Indriani Ambong

Timur, Barat dan Tenggara

June 28th, 2005 by ayu-ambong

Bintang tak kan jatuh di Ciliwung
ada baiknya berbalut senja ke tenggara
dan singgah di barat
Lalu, segera pulang ke timur
karena utara dan selatan terlalu biasa

Kebagusan, 18 Mei 05
A.I.A

Karamel

May 14th, 2005 by ayu-ambong

Sepi

Sirami hati dengan karamel

Lengketnya kujilati sendiri

Manis dan tak manja

Kebagusan-Depok, April 05

Ayu Indriani Ambong